Langsung ke konten
Minggu, 18 Oktober 2026IDEN
Beritika

Kripto

Sembilan Perusahaan Kripto Bentuk Aliansi Kuantum, 6 Juta Bitcoin Dinilai Rentan

Sembilan organisasi blockchain meluncurkan Quantum Alliance untuk menetapkan standar ketahanan kuantum, dengan sekitar 6,04 juta BTC dinilai terpapar risiko.

Read in English →

Ilustrasi koin bitcoin dikelilingi orbit atom dan elektron, dengan label 6,04 juta BTC rentan

Ilustrasi: Tim Beritika

Sembilan organisasi blockchain — mencakup protokol lapisan dasar, jaringan privasi, rollup, dompet perangkat keras, dan auditor keamanan seperti Quantus, Postquant Labs, Midnight Foundation, Keystone, dan Abelian — meluncurkan Quantum Alliance pada hari Kamis. Badan standar terbuka ini punya satu misi: menjawab pertanyaan paling samar di industri — apa arti sesungguhnya sebuah jaringan blockchain “aman dari komputer kuantum”.

Urgensinya nyata. Aliansi ini memperingatkan bahwa tanda tangan kurva eliptik (yang dipakai Bitcoin dan hampir semua kripto) menyisakan sekitar 6,04 juta BTC — kira-kira 30 persen total suplai — terpapar risiko kuantum, dengan sejumlah perkiraan menempatkan serangan praktis pertama pada akhir dekade 2020-an. Sebagian besar koin tersebut adalah bitcoin era Satoshi yang alamat lamanya memaparkan kunci publik secara langsung.

Dengan meniru model IETF (badan standar internet), aliansi ini bekerja dalam empat kelompok: migrasi kriptografi, sistem zero-knowledge, keamanan dompet, dan kompatibilitas lintas-rantai. Tujuannya membuat cara menguji dan memverifikasi klaim “quantum-ready” menjadi seragam — bukan lelujan pemasaran tiap proyek.

Bagi pemegang kripto di Indonesia, pesan praktisnya belum perlu panik: tidak ada serangan kuantum yang terjadi hari ini, dan migrasi kriptografi adalah proses bertahun-tahun yang justru kini mulai dikoordinasikan. Namun momentum ini menegaskan satu hal — keamanan kripto bukan garansi abadi, melainkan lomba lari antara kemajuan kuantum dan peningkatan pertahanan.

  • bitcoin
  • keamanan-siber
  • komputer-kuantum