MSCI, penyedia indeks saham yang paling banyak diikuti dana investasi dunia, memfinalisasi perubahan metodologi yang mengancam mengeluarkan perusahaan-perusahaan penimbun bitcoin dari indeks ekuitasnya. Dalam pengumuman tertanggal 15 Oktober, indeks Global Investable Market Indexes (GIMI) akan memperlakukan “perusahaan non-operasional” sebagai tidak memenuhi syarat — efektif pada penutupan perdagangan 30 November, sebagaimana dilaporkan Decrypt dan Bitcoin Magazine.
Aturan baru ini menyaring penerbit yang tidak memiliki aset operasional substansial dan berperilaku lebih seperti kendaraan investasi pasif daripada bisnis nyata — dengan layar utama plus uji lima rasio. Sasarannya jelas: perusahaan kas yang didominasi satu aset seperti Strategy (pemegang bitcoin korporat terbesar dunia) dan Metaplanet. Aturan ini juga mencabut penangguhan sementara 2025 untuk perusahaan dengan lebih dari 50 persen kepemilikan aset digital. Daftar perusahaan terdampak akan diumumkan pada 11 November.
Taruhannya besar: jika Strategy keluar dari indeks, dana-dana yang melacak indeks secara pasif bisa dipaksa menjual sahamnya — memotong salah satu sumber permintaan saham terbesar. Tanggapan CEO Strategy Michael Saylor tajam: ia menyebut aturan itu “diskriminatif”, dan menurut pelaporan lain ia meremehkan dampaknya bagi perusahaannya.
Bagi pembaca Indonesia, kasus ini adalah contoh bagaimana Wall Street secara institusional mengkategorikan ulang “perusahaan bitcoin”. Masa depan model bisnis penimbunan crypto kini tidak ditentukan harga bitcoin saja — melainkan juga oleh para penjaga pintu indeks.
