Langsung ke konten
Minggu, 18 Oktober 2026IDEN
Beritika

Teknologi

Pendapatan Anthropic Lompat 45% Menjadi 16,8 Miliar Dolar AS Jelang IPO

Anthropic melaporkan pendapatan kuartal III senilai 16,8 miliar dolar AS, naik 45% dari kuartal sebelumnya, saat mempersiapkan pencatatan saham di bursa.

Read in English →

Ilustrasi grafik batang pertumbuhan pendapatan Anthropic tiga kuartal: 4,7, 11,6, lalu 16,8 miliar dolar AS, dengan panah +45 persen

Ilustrasi: Tim Beritika

Anthropic, perusahaan kecerdasan buatan (AI) di balik chatbot Claude, dilaporkan mencatat pendapatan kuartal III senilai 16,8 miliar dolar AS — naik 45 persen dibandingkan kuartal sebelumnya. Lonjakan ini terjadi saat perusahaan berjalan menuju rencana pencatatan saham pertamanya di bursa (IPO), sebagaimana dilaporkan BBC dan CNBC.

Pertumbuhan pendapatan Anthropic berlangsung berturut-turut sepanjang tahun ini: dari 4,7 miliar dolar AS pada kuartal I, menjadi 11,6 miliar dolar AS pada kuartal II, lalu mencapai 16,8 miliar dolar AS pada kuartal yang berakhir September. Dalam sebuah acara untuk calon investor di markas besarnya di San Francisco, perusahaan juga menyampaikan bahwa dirinya membukukan laba pada kuartal III dengan basis penyesuaian (adjusted basis) — metode akuntansi yang tidak menghitung biaya yang tidak berulang. Para investor yang hadir dilaporkan meninggalkan acara tersebut dengan pandangan optimistis terhadap laju pertumbuhan dan jalan perusahaan menuju profitabilitas.

Langkah ini merupakan bagian dari upaya Anthropic membangun kepercayaan calon investor menjelang penawaran saham. Seperti perusahaan AI lainnya, Anthropic berhadapan dengan pertanyaan besar mengenai kemampuannya menghasilkan keuntungan nyata, mengingat belanja miliaran dolar untuk infrastruktur teknologi. Sorotan publik juga tertuju pada keselamatan model AI: pada September lalu, salah satu penelitinya memperingatkan adanya peluang lebih dari 10 persen bahwa AI berisiko “memusnahkan manusia” dalam dekade mendatang, sementara seorang mantan peneliti mengatakan para pengembang teknologi ini “benar-benar ketakutan” terhadap kecepatan kemajuannya. Dalam acara investor tersebut, Anthropic justru menonjolkan penekanannya pada pendekatan pengembangan AI yang aman.

Untuk konteks, pendiri Anthropic dikenal vokal soal risiko AI. Chief Executive Officer Dario Amodei telah menyerukan pengendalian laju pengembangan AI. Bagi pembaca di Indonesia, perkembangan Anthropic menjadi penting untuk dipantau: kinerja perusahaan AI raksasa ini berpotensi memengaruhi arah pasar teknologi global, termasuk iklim pendanaan dan investasi teknologi di berbagai negara.

Rencana IPO Anthropic belum ditetapkan tanggal pastinya. Beritika akan memperbarui laporan ini seiring munculnya informasi resmi dari perusahaan.

  • anthropic
  • kecerdasan-buatan
  • ipo
  • bisnis-teknologi