Aplikasi kencan Bumble sepakat diakuisisi oleh firma investasi Ithaca Holdings dalam transaksi tunai senilai 1,3 miliar dolar AS, atau setara 6,05 dolar AS per saham. Dokumen resmi yang difilingkan ke regulator pasar modal Amerika Serikat (SEC) menunjukkan perjanjian merger ditandatangani pada 12 Oktober 2026 — dan para direksi Bumble memberikan rekomendasi bulat untuk menyetujuinya.
Setelah transaksi selesai, dua direksi yang memimpin Ithaca, Ravi Gupta dan John Hegeman, akan menjadi co-CEO Bumble. Pendiri sekaligus CEO saat ini, Whitney Wolfe Herd, menyatakan tetap “aktif terlibat” dengan perusahaan yang ia bangun 12 tahun lalu, meskipun bentuk perannya belum dijelaskan. Gupta dan Hegeman menyebut kesepakatan ini sebagai “taruhan pada masa depan umat manusia”, dengan argumen bahwa teknologi harus mendukung koneksi antarmanusia — bukan menggantikannya.
Nilai transaksi ini kontras dengan perjalanan Bumble di bursa. Sahamnya sempat melonjak saat kabar kesepakatan muncul, mengangkat valuasi perusahaan ke atas 580 juta dolar AS — namun itu jauh di bawah puncak lebih dari 14 miliar dolar AS yang diraih setelah penawaran umum perdana di bursa Nasdaq pada 2021. Bumble dikenal dengan fitur “perempuan duluan” yang membedakannya dari kompetitor, aturan yang justru mereka hapus pada Agustus 2026.
Kesepakatan ini menarik dipantau karena ia adalah taruhan besar bahwa hubungan antarmanusia — kencan, pertemanan, jalinan — tetap bernilai ekonomi di era ketika banyak orang mulai membangun hubungan emosional dengan kecerdasan buatan. Sebagaimana dilaporkan BBC, para pemilik baru menyebut misi mereka “memperbarui dan mempercepat bisnis… di dunia yang telah diubah oleh AI”.
