Langsung ke konten
Minggu, 18 Oktober 2026IDEN
Beritika

Kripto

Remitansi Stablecoin Terbukti 84% Lebih Murah dari Transfer Tradisional

Laporan kuartal III menunjukkan kirim $200 via stablecoin hanya membayar median 1 persen, dibanding 6,36 persen di jalur tradisional — meski studi Bank of Italia memberi catatan berbeda.

Read in English →

Ilustrasi perbandingan biaya kirim uang: jalur stablecoin 1 persen berbanding jalur tradisional 6,36 persen

Ilustrasi: Tim Beritika

Mengirim uang ke keluarga di luar negeri via stablecoin kini median hanya membayar 1 persen — dibanding 6,36 persen di jalur remitansi tradisional. Demikian laporan kuartal III dari Borderless.xyz, jaringan pembayaran stablecoin, yang dianalisis Cointelegraph: untuk pengiriman 200 dolar AS, itu berarti 2 dolar berbanding 12,72 dolar — selisih yang membuat jalur stablecoin sekitar 84 persen lebih murah.

Hematnya makin terasa di pasar berkembang. Di Afrika Sub-Sahara, biaya stablecoin 2,9 persen berbanding 8,46 persen tradisional; di Amerika Latin, 1,25 persen berbanding 5,64 persen. Pembayaran bisnis juga ikut diuntungkan: transfer 10 ribu dolar ke zona euro bisa serendah 26 dolar lewat penyedia termurah, berbanding median 52 dolar di jalur konvensional — dan penyelesaian stablecoin jauh lebih cepat daripada transfer bank internasional.

Namun gambarannya tidak seragam. Sebuah studi Bank of Italy yang juga dilaporkan Cointelegraph menemukan tidak ada keunggulan biaya yang konsisten untuk remitansi stablecoin — hasilnya sangat bergantung pada penyedia, jalur, dan negara tujuan. Ada juga catatan metodologis: perbandingan Borderless memadai harga kuartal III 2026 dengan data Bank Dunia periode yang sama tahun 2025.

Bagi jutaan pekerja migran Indonesia yang mengirim pulang devisa, pesannya praktis: stablecoin memang menawarkan potensi hemat besar, tetapi bandingkan dulu biaya riil di penyedia masing-masing — klaim “84 persen lebih murah” berlaku pada median, bukan di setiap jalur.

  • stablecoin
  • remitansi
  • pembayaran