Waymo, perusahaan taksi otonom milik Alphabet, resmi mengumumkan rencana membawa layanan robotaxinya ke Toronto, Kanada — pasar pertamanya di negara itu dan salah satu kota terdingin yang pernah dijadikan wilayah operasi. Pengumuman ini tayang di blog resmi Waymo dengan judul “Hello Toronto! Waymo is En Route” dan dikonfirmasi peliputan TechCrunch.
Sebagai bagian dari strategi ekspansi yang dipercepat, Waymo kini memilih bekerja sama dengan perusahaan pihak ketiga untuk mengelola armadanya di tiap kota. Di Toronto, mitra itu adalah Element Fleet Management yang berbasis di kota yang sama. Waymo memperkirakan operasinya akan mendukung ratusan lapangan kerja — mulai dari perawatan armada, pengemudi validasi, layanan pelanggan, hingga operasional.
Tantangan terbesarnya bukan regulasi, melainkan cuaca. Salju tebal, jalan beku, dan jarak pandang rendah adalah kondisi yang belum pernah dihadapi sensor lidar dan sistem kemudi otomatis Waymo dalam skala operasi penuh. Keberhasilan di Toronto akan menjadi bukti kuat bahwa teknologi otonom siap beroperasi di iklim empat musim — pertanyaan besar yang selama ini ditanyakan industri.
Pengumuman ini menyusul langkah pendanaan besar lain dari Waymo: penutupan pendanaan utang senilai 5 miliar dolar AS yang diumumkan perusahaan bulan ini untuk mempercepat ekspansi bisnisnya. Bagi kota-kota di Asia Tenggara termasuk Indonesia, pertanyaan yang tersisa bukan lagi “apakah robotaxi bisa jalan di salju”, melainkan kapan teknologi ini akan diuji di jalan raya kota tropis yang macetnya legendaris.
